KEMERDEKAAN POLA PIKIR

Posted: Oktober 19, 2010 in The Fronterz

Kekuasaan menjadi Filosofi dari sebuah “Kepentingan”, maka diperlukan suatu cara untuk merealisasikan impian dari sebuah bentuk kepentingan atau dengan kata lain pembentukan system seperti contoh halnya, system dari Kepentingan, oleh kepentingan dan untuk kepentingan. Doktrinasi kekuatan dari kekuasaan demi mempertahankan sebuah kepentingan dilakukan dengan berbagai cara agar terus berlangsungnya kelanggengan kekuasaan tersebut.

Namun sangat ironis, ketika kekuasaan tersebut sudah tidak layak untuk dijadikan tolak ukur kepentingan yang berlawanan dengan kepentingan lainnya, dan acap kali kepeningan tersebut dipaksakan untuk dipertahankan sehingga menimbulkan intervensi bagi kepentingan lainnya. Ketika hal tersebut sudah dan telah sering menjadi konsumsi keseharian bagi para pemegang kekuasaan, maka sudah barang tentu golongan diluar tampak kekuasaan yang menjadi objek yang dikuasai menjadi berjuta penderitaan.

Berawal dari sebuah arogansi rasa yang tak pernah berkecukupan dan dipadukan dengan pola piker diatas rata-rata. Maka lahirlah perilaku menjadi pemangsa bagi lainnya atau lebih kita kenal dengan gelar “Kejahatan Intelektual”. Berjuta korban bersibuh luka menjadi hiburan bagi para pelaku kejahatan intelektual tanpa rasa bersalah dan rasa takut dari dogmatis ataupun hukum.

Dengan sejumlah pemberian nominal, betapa yakin atas tindakan pelaku kejahatan tersebut untuk membenarkan atas apa yang telah dilakukannya dengan beberapa tolak ukur pembelian hati nurani para pihak berwenang dan penindak atas perilaku tersebut. Maka telah kita dengar dari berbagai bisikan-bisikan yang menjadi rahasia umum atas perkara menyuap dan disuap.

Berbagai solusi tak pernah mampu menjawab pertanyaan dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi bagi penderita. Rasa tak percaya akibat pelecehan janji terucap oleh kata-kata dari para penguasa, membuat “Negeri Impian” ini Bosan dan Jengah. Berjuta korbanpun mati dari waktu kewaktu akibat perilaku tersebut, serta menanamkan rasa dendam dan kebencian. Hingga akan tiba suatu hari nanti sebuah keadaan reaksi atau buah yang timbul dari tanaman rasa sakit hati dari bibit penderitaan. Harapan berkehidupan yang layakpun tinggal kenangan, dan semakin menjauh. Adakah jawaban dari cerita khayalan ini? Sudah saatnya kita semua memerdekakan pola pikir.

Eday Fronterz

Div. Eksternal FAM Banten

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s